Berita Terbaru
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.
Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.
"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.
Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.
Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.
Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA27/02/2026 | Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan Syariat. Zakat yang dihimpun disalurkan, pada delapan ashnaf (golongan) sebagaimana diatur dalam Surat Al-Taubah ayat 60.
Delapan ashnaf itu terdiri atas: fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutan), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.
“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.
Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).
“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia.
Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzakki.
Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.
Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen.
Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai j enis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik.
Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional.
“Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.
Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik.
Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik.
"Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.
Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A.
Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia.
Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS dan BPBD Kabupaten Bondowoso Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Korban Longsor di Kecamatan Botolinggo
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Bondowoso dalam menyalurkan bantuan air bersih dan tandon air bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Petung dan Desa Penang, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan BAZNAS terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Bencana tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan kerusakan pada aliran sumber air warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada terganggunya aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan air minum, mandi, hingga mencuci.
Sebagai respon cepat terhadap kondisi tersebut, BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih dan fasilitas tandon air. Bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Bondowoso Peduli, yang difokuskan pada penanganan masyarakat terdampak bencana.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan diserahkan secara langsung oleh Waka IV BAZNAS, H. Ramli Hasan, S.Ag., M.M. kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Bapak Kristianto Putro Prasojo, S.T., M.M. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS dan BPBD menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Setelah proses penyerahan, bantuan segera disalurkan oleh tim BPBD di lapangan kepada warga Desa Petung dan Desa Penang. Kehadiran bantuan air bersih tersebut disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat setempat. Warga mengaku sangat terbantu karena bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan harian yang sempat terganggu akibat kerusakan sumber air.
Masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Bantuan ini dinilai sangat penting dalam membantu pemulihan kondisi pascabencana.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana. Sinergi antara lembaga pemerintah dan lembaga sosial diharapkan mampu mempercepat proses penanganan bencana serta memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat dan efektif.
Program Bondowoso Peduli menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS dalam bidang kemanusiaan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama. Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
Marhaban Ya Ramadhan 1447 H: Awali dengan Niat Terbaik Bersama BAZNAS KABUPATEN BONDOWOSO
Selamat datang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Bulan yang penuh rahmat, ampunan dan keberkahan ini kembali menyapa umat Muslim, termasuk masyarakat Kota Makassar dan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Ramadan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, tetapi momentum perubahan diri, peningkatan ibadah dan penguatan kepedulian sosial.
BAZNAS Kabupaten Bondowoso mengajak seluruh umat Muslim untuk menyambut Ramadan dengan niat terbaik: memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat solidaritas terhadap sesama.
Marhaban Ya Ramadhan bukan sekedar ucapan, namun mencerminkan kebahagiaan dan kesiapan hati dalam menyambut bulan yang istimewa, diantara beberapa keistimewaan bulan Ramadan adalah pahala amal ibadah dilipat gandakan, pintu Surga dibuka selebar-lebarnya, pintu Neraka ditutup, setan-setan dibelenggu dab terdapat satu malam di Bulan Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Awali Ramadan dengan Persiapan yang Tepat
Agar ibadah berjalan optimal, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sejak hari pertama:
Meluruskan Niat
Puasa Ramadan adalah ibadah yang membutuhkan niat tulus karena Allah SWT. Niat yang benar akan menjaga konsistensi ibadah selama 30 hari penuh.
Mengetahui Jadwal Imsakiyah Kabupaten Bondowoso 1447 H
Menjalankan puasa dengan tepat waktu membutuhkan panduan yang akurat untuk membantu menjaga ketepatan ibadah setiap hari.
Silakan unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M yang diterbitkan oleh BAZNAS Kabupaten Bondowoso yang disusun berdasarkan data resmi Kementerian Agama Republik Indonesia di link https://kabbondowoso.baznas.go.id/pemberitahuan
Ramadan: Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga
Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga:
- Menahan amarah
- Menjaga lisan
- Menghindari perbuatan sia-sia
- Memperbanyak amal kebaikan
Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Setiap hari adalah latihan kesabaran dan ketakwaan.
Namun ada satu aspek yang sering terlupakan: kepedulian sosial.
Menguatkan Kepedulian di Bulan Suci
Ramadan mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara yang kekurangan. Rasa lapar yang kita alami seharusnya menumbuhkan empati dan keinginan untuk membantu.
Di sinilah peran zakat, infak, dan sedekah menjadi sangat penting.
Sebagai lembaga resmi pemerintah, BAZNAS Kabupaten Bondowoso hadir untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) secara amanah, transparan dan profesional.
Program BAZNAS Kabupaten Bondowoso
1. Bondowoso Makmur
2. Bondowoso Cerdas
3. Bondowoso Sehat
4. Bondowoso Dakwah
5. Bondowoso Peduli
Dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan untuk:
- Fakir dan miskin
- Pendidikan anak dhuafa
- Layanan kesehatan
-Layanan Kesehatan
- Pemberdayaan UMKM
- Bantuan kebencanaan
- Program kemanusiaan di Kabupaten Bondowoso
Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, Anda ikut membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Mengapa Ramadan Waktu Terbaik Membayar Zakat?
Ada beberapa alasan mengapa Ramadan menjadi momentum terbaik untuk menunaikan ZIS:
Pahala Berlipat Ganda - Amal kebaikan di bulan Ramadan memiliki nilai yang lebih besar dibanding bulan lainnya.
Momentum Spiritual - Hati lebih lembut dan mudah tersentuh untuk berbagi.
Kebutuhan Meningkat - Banyak masyarakat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Menunda zakat berarti menunda manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Ramadan 1447 H: Saatnya Bergerak Bersama
Ramadan adalah bulan kebersamaan. Kebersamaan dalam ibadah dan kebersamaan dalam berbagi.
Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan:
?? Puasa tepat waktu
?? Sholat lebih khusyuk
?? Sedekah lebih rutin
?? Zakat ditunaikan melalui lembaga resmi
Karena zakat bukan hanya kewajiban, tetapi solusi sosial.
<span style="font-family: '__Inter_Fallback_f36
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan LDNU Gelar Syiar Dakwah Ramadhan melalui Siaran Radio
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan LDNU Cabang Bondowoso dalam menyelenggarakan kegiatan Syiar Dakwah selama bulan suci Ramadhan. Program dakwah ini disiarkan secara langsung melalui Radio Pasopati Bondowoso sebagai media penyebaran informasi dan edukasi keagamaan kepada masyarakat luas.
Kegiatan syiar dakwah ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat selama bulan Ramadhan. Siaran dakwah akan diisi oleh berbagai narasumber yang berasal dari tokoh agama serta para pimpinan BAZNAS, yang akan menyampaikan materi seputar keutamaan bulan Ramadhan dan nilai-nilai ibadah di dalamnya.
Tema yang diangkat dalam rangkaian siaran dakwah tersebut mencakup pembahasan mengenai amalan-amalan di bulan Ramadhan, peningkatan kualitas ibadah, serta pentingnya menumbuhkan kepedulian sosial. Selain itu, materi dakwah juga menitikberatkan pada edukasi mengenai zakat, infak, dan sedekah, yang merupakan bagian penting dari ajaran Islam dan memiliki peran besar dalam membangun kesejahteraan umat.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan LDNU Cabang Bondowoso berharap masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kewajiban zakat serta keutamaan berbagi kepada sesama, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Siaran radio dipilih sebagai media dakwah karena memiliki jangkauan luas dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan.
Pihak BAZNAS menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antar lembaga dalam memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara teratur melalui lembaga resmi. Dengan demikian, penghimpunan dan penyaluran dana umat dapat dilakukan secara optimal dan tepat sasaran.
Kegiatan syiar dakwah Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian ilmu agama, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara lembaga keagamaan dan masyarakat.
Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan LDNU Cabang Bondowoso berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat, sehingga bulan Ramadhan dapat dimaknai sebagai momentum peningkatan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian terhadap sesama.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS Kabupaten Bondowoso Salurkan Santunan Yatim dan Sembako untuk Dhuafa di Pondok Pesantren Nurut Tholabah
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso kembali melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan santunan anak yatim dan sembako bagi kaum dhuafa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurut Tholabah yang berlokasi di Jalan Mastrip Bunder Pancoran, Bondowoso, dan berlangsung dengan penuh kehangatan serta kebersamaan.
Pondok Pesantren Nurut Tholabah yang diasuh oleh KH. Asy’Ari Fasya, Lc. menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk sinergi antara BAZNAS dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperluas jangkauan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bondowoso, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I., Wakil Ketua III BAZNAS, Ust. Budi Hartono, S.H., serta Staf Bidang Pendistribusian, Yeny Kurniawati. Kehadiran jajaran pimpinan dan staf BAZNAS menunjukkan komitmen lembaga dalam memastikan bantuan tersalurkan secara langsung dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan kepada 30 orang penerima manfaat, yang terdiri dari 15 orang dhuafa dan 15 orang anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa santunan dan paket sembako yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima.
Dalam sambutannya, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I. menyampaikan bahwa program santunan yatim dan bantuan sembako merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat disalurkan kembali secara amanah untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Nurut Tholabah, KH. Asy’Ari Fasya, Lc., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bondowoso atas perhatian dan kepeduliannya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa.
Suasana haru dan penuh rasa syukur tampak mewarnai kegiatan penyerahan bantuan. Para penerima manfaat menyambut bantuan tersebut dengan gembira dan mengungkapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan. Diharapkan, bantuan santunan yatim dan sembako ini tidak hanya meringankan beban ekonomi penerima, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
Bantu Palestina, BAZNAS RI Bersama Dubes Mesir Salurkan 5 Mobile Clinic dari Tempo Scan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyerahkan lima unit Mobile Clinic dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026).
Lima unit Mobile Clinic tersebut untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian Tempo Scan yang secara konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.
Menurut Kiai Noor, dukungan lima unit Mobile Clinic sangat dibutuhkan karena mampu menjangkau masyarakat di berbagai lokasi, termasuk wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan permanen.
“Tempo Scan ini sudah sering kali memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik bantuan pangan maupun bantuan kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini Tempo Scan kembali menyalurkan bantuan berupa lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Tempo Scan yang terus menjadikan BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuannya,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, lima unit Mobile Clinic tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan guna membantu tenaga medis dalam memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat terdampak.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan lima unit Mobile Clinic tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal melalui koordinasi dengan mitra kemanusiaan di lapangan, agar layanan kesehatan darurat dapat menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
"Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS RI juga bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta jaringan mitra internasional yang berpengalaman dalam penyaluran bantuan di wilayah konflik Palestina," jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS RI untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas dampak bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih membutuhkan dukungan internasional.
“Apa yang dilakukan Tempo Scan ini sangat baik dan patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia dapat terus mengalir serta memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” ujarnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Tempo Scan atas bantuan lima unit Mobile Clinic untuk membantu rakyat Gaza.
“Alhamdulillah, Masya Allah. Hari ini pada tanggal 10 Februari, pertama saya mengucapkan terima kasih, apresiasi kepada BAZNAS yang telah dengan usahanya, upaya yang keras menyediakan lima unit ambulans yang akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” kata Kuncoro.
Kuncoro berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina.
Terakhir, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini tidak pernah putus menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan untuk rakyat Plaestina di Gaza.
"Terima kasih kepada masyarakat kita, warga negara Indonesia, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan baik finansial maupun dukungan lainnya, termasuk material. Insya Allah, kita akan terus berusaha untuk membuka jalur dan melancarkan upaya bantuan kemanusiaan ke Gaza," ujarnya.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS Kabupaten Bondowoso Salurkan Bantuan Sarana Ibadah untuk Musholla Sabilul Jihan melalui Program Bondowoso Dakwah
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso kembali menyalurkan bantuan sarana ibadah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan fasilitas keagamaan masyarakat. Melalui Program Bondowoso Dakwah, BAZNAS Kabupaten Bondowoso memberikan bantuan berupa pengeras suara (speaker toa) untuk Musholla Sabilul Jihan yang berlokasi di Desa Leprak, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di kantor BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bondowoso, KH. Akhmadi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna, mencerminkan komitmen BAZNAS dalam mendukung kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat.
Dalam sambutannya, KH. Akhmadi menyampaikan bahwa Program Bondowoso Dakwah merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang difokuskan pada penguatan sarana dan prasarana ibadah. Bantuan pengeras suara ini diharapkan dapat menunjang kelancaran kegiatan keagamaan di Musholla Sabilul Jihan, seperti pelaksanaan shalat berjamaah, pengajian, serta berbagai kegiatan dakwah lainnya.
Beliau menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Oleh karena itu, BAZNAS berupaya memastikan setiap bantuan disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perwakilan pengurus Musholla Sabilul Jihan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap fasilitas pengeras suara yang baru dapat meningkatkan kenyamanan jamaah serta memperkuat kegiatan dakwah di lingkungan musholla.
Melalui Program Bondowoso Dakwah, BAZNAS Kabupaten Bondowoso terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan bantuan sarana ibadah ke berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan kualitas fasilitas ibadah, serta mendorong peran musholla sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan Musholla Sabilul Jihan dapat semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat yang luas bagi warga Desa Leprak dan sekitarnya.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS Kabupaten Bondowoso Salurkan Bantuan Karpet untuk Musholla Ar-Rohma melalui Program Bondowoso Dakwah
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso kembali menyalurkan bantuan sarana ibadah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan fasilitas keagamaan masyarakat. Melalui Program Bondowoso Dakwah, BAZNAS memberikan bantuan berupa karpet ibadah untuk Musholla Ar-Rohma yang berada di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di kantor BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan diberikan secara langsung oleh Waka II BAZNAS Kabupaten Bondowoso, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I. Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan rasa syukur, sebagai wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sarana ibadah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I. menyampaikan bahwa Program Bondowoso Dakwah merupakan salah satu program penting BAZNAS yang difokuskan pada penguatan fasilitas keagamaan. Bantuan karpet yang disalurkan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah, khususnya saat shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya di Musholla Ar-Rohma.
Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya menyalurkan bantuan secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Perwakilan pengurus Musholla Ar-Rohma menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan karpet tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang kenyamanan jamaah serta mendukung kelancaran berbagai aktivitas ibadah di musholla.
Melalui Program Bondowoso Dakwah, BAZNAS Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan sarana ibadah ke berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan kualitas fasilitas ibadah, serta mendorong peran musholla sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial masyarakat.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan Musholla Ar-Rohma Desa Mandiro dapat semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat yang luas bagi warga sekitar. BAZNAS Kabupaten Bondowoso juga berharap sinergi antara lembaga dan masyarakat dapat terus terjalin demi terwujudnya kesejahteraan dan kemaslahatan umat.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS Kabupaten Bondowoso Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Kebakaran di Desa Sukodono
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana kebakaran yang terjadi di Desa Sukodono, Dusun Sukosawah, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BAZNAS terhadap masyarakat yang mengalami musibah dan membutuhkan dukungan segera.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, salah satu warga terdampak adalah Ibuk Sniti/Hartatik yang mengalami kerugian akibat bencana. Sebagai respon cepat terhadap kejadian tersebut, BAZNAS Kabupaten Bondowoso memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban pascabencana, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mendesak sehari-hari.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Bondowoso dan diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS, KH. Akhmadi, S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa korban serta berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata.
Dalam sambutannya, KH. Akhmadi menegaskan bahwa BAZNAS memiliki komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi musibah. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan, termasuk korban bencana, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial.
Setelah prosesi penyerahan di kantor BAZNAS, bantuan tersebut kemudian diantarkan ke lokasi bencana oleh perangkat terkait untuk segera diserahkan kepada korban. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat diterima dengan cepat dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan mendesak pascakebakaran.
BAZNAS Kabupaten Bondowoso berharap melalui bantuan ini, korban dapat terbantu dalam menghadapi masa pemulihan setelah bencana. Selain itu, lembaga juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama bagi warga yang sedang tertimpa musibah.
Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menjalankan fungsi sosial kemanusiaan, sekaligus mempertegas peran lembaga sebagai pengelola zakat yang amanah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan adanya sinergi antara BAZNAS dan berbagai pihak, diharapkan penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan melanjutkan aktivitasnya.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
BAZNAS Kabupaten Bondowoso Salurkan 20 Paket Sembako untuk Dhuafa melalui Program Bondowoso Peduli
Bondowoso – BAZNAS Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para dhuafa. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Bondowoso Peduli, yang secara konsisten digulirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera.
Penyerahan bantuan berupa 20 paket sembako dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, dihadiri langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I., bersama Kepala Kantor BAZNAS, H. Achmad Erwantono.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I. menyampaikan bahwa program Bondowoso Peduli merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa. Ia menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat disalurkan kembali secara tepat sasaran untuk meringankan beban hidup warga yang kurang mampu.
Menurutnya, bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima serta menjadi wujud solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.
Sementara itu, Kepala Kantor BAZNAS, H. Achmad Erwantono, menambahkan bahwa kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan lancar dan tertib. Seluruh penerima bantuan hadir dalam acara tersebut dan menerima paket sembako secara langsung. Suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan penyaluran bantuan.
Para penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bondowoso atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Bantuan sembako tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi keluarga dhuafa yang membutuhkan dukungan.
Melalui program Bondowoso Peduli, BAZNAS Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penyaluran bantuan sembako ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kepedulian sosial serta membangun kesejahteraan umat di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar program-program sosial BAZNAS senantiasa membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
BERITA08/02/2026 | BAZNAS Kabupaten Bondowoso Salurkan 20 Paket Sembako untuk Dhuafa melalui Program Bondowoso Peduli
BAZNAS Salurkan Bantuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), Wujud Nyata Program BAZNAS Jatim Cerdas
Bondowoso – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang merupakan bagian dari Program BAZNAS Jatim Cerdas.
Program ini merupakan inisiatif BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan bekerja sama dengan BAZNAS daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk BAZNAS Kabupaten Bondowoso, dalam proses pendistribusiannya. Sinergi ini dilakukan agar bantuan dapat tersebar secara merata serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terpencil hingga pelosok desa di seluruh Provinsi Jawa Timur.
Beasiswa SKSS diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu yang memiliki semangat dan tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Program ini hadir sebagai solusi konkret dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Penyerahan bantuan Beasiswa SKSS di Kabupaten Bondowoso dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bondowoso, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I. kepada para mahasiswa penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh rasa syukur dan harapan, serta dihadiri oleh para dosen pendamping dari masing-masing perguruan tinggi sebagai bentuk dukungan moral dan akademik terhadap para mahasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut dosen pendamping dari Kampus IAI At-Taqwa Bondowoso, Dr. Abd. Wasik, M.H.I., yang memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar senantiasa menjaga semangat belajar, integritas, serta tanggung jawab sebagai penerima amanah zakat.
Dalam sambutannya, Drs. H. Moh. Arab, M.H.I. menyampaikan bahwa program Satu Keluarga Satu Sarjana bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan strategis untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, para penerima beasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh serta kelak dapat berkontribusi kembali kepada masyarakat.
“Satu keluarga memiliki satu sarjana adalah harapan besar kita bersama. Dengan pendidikan tinggi, insyaAllah akan lahir generasi yang mandiri, berdaya saing, serta mampu mengangkat derajat keluarganya,” ujarnya.
Saat ini, total penerima bantuan Beasiswa SKSS di Kabupaten Bondowoso berjumlah enam (6) mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi, yaitu:
· IAI At-Taqwa Bondowoso
· STIS Abu Zairi Bondowoso
· UNIBO Bondowoso
· Universitas Terbuka (UT)
Para mahasiswa penerima beasiswa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan BAZNAS. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam menunjang kebutuhan perkuliahan, sehingga dapat lebih fokus dalam menyelesaikan studi.
Melalui Program BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS kabupaten/kota berharap dapat terus memperluas jangkauan penerima manfaat dan mencetak lebih banyak sarjana dari keluarga kurang mampu. Program ini menjadi bagian dari upaya besar BAZNAS dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi unggul serta memperkuat fondasi pendidikan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bondowoso.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
Zakat Menguatkan Indonesia, Refleksi 25 Tahun Amanah dan Pengabdian BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Bondowoso turut memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia sebagai momentum refleksi dan penguatan peran zakat dalam membangun kesejahteraan umat. Peringatan HUT ke-25 BAZNAS RI yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi penegasan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam menjawab tantangan bangsa, mulai dari kemiskinan, kebencanaan, hingga ketimpangan sosial.
Tasyakuran dan doa bersama dalam rangka HUT ke-25 BAZNAS RI digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.
Turut hadir pula jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020, Periode 2008–2015, hingga Periode 2001–2007. Sementara itu, pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia, termasuk BAZNAS Kabupaten Bondowoso, mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan bahwa tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa.
“Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. Menurutnya, apabila potensi tersebut dapat terhimpun setidaknya separuh, maka persoalan umat dapat diselesaikan secara signifikan dan Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan berdaya.
Kiai Noor menambahkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja lembaga terus menunjukkan peningkatan yang konsisten. Prestasi yang diraih dari periode ke periode menjadi bukti bahwa BAZNAS dikelola secara berkelanjutan dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk tidak berpuas diri, tetapi terus memperkuat tata kelola dan dampak zakat di tingkat lokal.
“Tema Zakat Menguatkan Indonesia harus diterjemahkan secara konkret di daerah. Di Kabupaten Bondowoso, zakat tidak hanya kita kelola sebagai kewajiban ibadah, tetapi sebagai kekuatan pembangunan sosial yang terukur, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” tegas Dr. Khidri Alwi.
Ia menambahkan bahwa potensi zakat di daerah masih sangat besar dan menuntut kerja yang lebih serius dalam memperluas basis muzaki, meningkatkan literasi zakat, serta memperkuat program pemberdayaan mustahik.
“Tantangannya jelas. Jumlah muzaki masih jauh dari potensi umat Islam yang ada. Ini bukan alasan untuk pesimis, justru menjadi pekerjaan rumah bersama agar zakat benar-benar hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol,” lanjutnya.
BAZNAS Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial.
Sejalan dengan pesan Ketua BAZNAS RI, peringatan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi penggerak bersama agar Zakat Menguatkan Indonesia tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan nyata dari pusat hingga daerah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dirangkai dengan Pelantikan PAW BAZNAS Kabupaten Bondowoso
Bondowoso – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso menggelar acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta jajaran BAZNAS.
Pelantikan PAW BAZNAS Kabupaten Bondowoso secara resmi dipimpin oleh Wakil Bupati Kabupaten Bondowoso, KH. As’ad Yahya Syafi’i, S.E. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional dan amanah.
Beliau juga berharap kepada pimpinan BAZNAS yang baru dilantik agar mampu melanjutkan serta meningkatkan kinerja lembaga, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun keadilan sosial dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Acara semakin bermakna dengan tausiyah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Mubaligh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.S.I. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan momentum spiritual untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta tanggung jawab sosial umat Islam. Nilai-nilai Isra’ Mi’raj, khususnya perintah shalat, menjadi fondasi penting dalam membangun integritas, kejujuran, dan kepedulian sosial, termasuk dalam pengelolaan zakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bondowoso, KH. Akhmadi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan tata kelola kelembagaan, memperluas jangkauan pendistribusian zakat, serta memperkuat program-program pemberdayaan umat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan mustahik.
Acara tersebut turut dihadiri oleh para pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Bondowoso, serta tamu undangan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Bondowoso. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan dan sinergi lintas sektor dalam mendukung peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, ditutup dengan doa bersama agar BAZNAS Kabupaten Bondowoso senantiasa diberikan keberkahan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah umat. Diharapkan, melalui momentum peringatan Isra’ Mi’raj dan pelantikan PAW ini, BAZNAS Kabupaten Bondowoso semakin solid, profesional, dan berdaya guna bagi masyarakat Bondowoso.
BERITA17/01/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Bondowoso

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bondowoso.
Lihat Daftar Rekening →